wptemplates.org
RSS Feed

Minggu, 21 November 2010

Agar ANGGREK Rajin Berbunga

RESENSI BUKU
JUDUL: Agar Anggrek Rajin Berbunga
Penyusun: Dyah Widiastoety Darmono
Penerbit: Penebar Swadaya, Wisma Hijau Jl. Raya Bogor Km. 30 Mekarsari, Cimanggis, Depok 16952
Tahun Terbit: Jakarta 2003
Jumlah Halaman: 64
Kertas: Kaca
Warna Sampul: Merah
Ringkasan:

BAB 1
MENGENAL  ANGGREK LEBIH DEKAT
                Sampai saat ini anggrek masih menjadi pusat perhatian para petani dan pecinta tanaman hias karena berpotensi sebagai tanaman pot dan bunga potong yang tahan lama.
Morfologi Anggrek Secara Umum merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dimainati karena bentuk dan warna bunganya beraneka ragam. Tanaman anggrek yang sedemikian banyak jumlahnya, secara morfologi mempunyai ciri yang sama.
DAUN
Bentuk daun agak bulat lonjong sampai lanset. Daun tidak bertangkai, dengan ujung daun terbelah. Anggrek digolongkan menjadi 2 kelompok:
  1. Evergreen yaitu daun tetap segar dan tidak gugur secara serentak
  2. Decidous yaitu semua helaian daun gugur dan tanaman mengalami masa istirahat
BATANG
                Pada umumnya, anggrek tipe simpodial mempunyai batang yang berumbi semu dengan pertumbuhan ujung batang terbatas. Pertumbuhan batang akan terhenti bila telah mencapai maksimal. Anggrek tipe monopodial mempunyai batang utama dengan pertumbuhan tidak terbatas. Bentuk batangnya ramping tidak berumbi. Tangkai bunga akan keluar di antara dua ketiak daun
AKAR
                Pada umumnya, akar anggrek berbentuk silindris, berdaging, lunak, dan mudah patah. Bagian ujung akar meruncing, licin, dan sedikit lengket.
BUNGA
                Bunga anggrek tersusun dalam karangan bunga. Jumlah kuntum bunga pada satu karangan dapat terdiri dari satu sampai banyak kuntum. Bunga anggrek memiliki lima bagian utama yaitu sepal (daun kelopak), petal (daun mahkota), stamen (benang sari), pistik (putik) dan ovari (bakal buah)
BUAH
                Buah anggrek berbentuk kapsular. Di dalamnya terdapat sangat banyak biji berukuran sangat kecil dan halus. Biji-biji anggrek tidak memiliki endoserm (cadangan makanan) sehingga dalam perkecambahannya diperlukan tambahan nutrisi dari luar atau lingkungan sekitarnya.
HABITAT
Berdasarkan habitatnya, anggrek dibedakan menjadi:
  1. Anggrek epifit
  2. Anggrek terestrial
  3. Anggrek saprofit
  4. Anggrek litofit
SYARAT TUMBUH
Syarat tumbuh beberapa jenis:
  1. Dendrobium
  2. Phalaenopsis
  3. Cattleya
  4. Vanda dan kerabatnya
  5. Oncidium
  6. 
BAB 2
MEMILIH ANGGREK
                Bibit anggrek yang akan dipelihara sebaiknya dipilih dari bibit anggrek yang baik agar tidak kecewa setelah tanaman tersebut berbunga. Oleh karena yang diharapkan adalah keindahan bunga maka pemilihan anggrek dapat dimulai dari jenisnya.
Berdasarkan kondisi lingkungan, lokasi pemeliharaan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
  1. Dataran rendah ( 0-500 m dpl )
  2. Dataran menengah ( 500-700 m dpl )
  3. Dataran tinggi (>700 m dpl )
  4. 
BAB 3
MEMBUNGAKAN ANGGREK
                Air diperlukan sebagai pelarut dalam proses fotosintesis, berperan dalam mempertahankan turgor, dan pengatur suhu. Tanaman anggrek pada umumnya membutuhkan kelembapan tinggi, tetapi bukan berarti membutuhkan penyiraman banyak. Penyiraman yang terlalu banyak dapat menyebabkan akar menjadi busuk.
Waktu penyiraman yang baik:
                Pagi hari sekitar pukul 06.00-07.00 sebelum matahari terbit
                Sore hari sekitar pukul 17.00-18.00 setelah matahari terbenam
Tanaman anggrek seperti tamnaman lainnya membutuhkan unsur hara untuk kelangsungan hidupnya. Kebutuhan unsur hara ini dapat diperoleh dari penyiraman, media tumbuh, dan pemukukan. Unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan antara lain:
  1. Unsur-unsur makro
  2. Unsur-unsur mikro
  3. Unsur-unsur bermanfaat
Langkah-langkah pengendalian hama dan penyakit yang perlu dilakukan:
  1. Lakukan penyiraman bila diperlukan
  2. Sterilkan alat-alat (pisau, gunting setek dengan alkohol 70%)
  3. Karantinakan tanaman baru selama 2-3 bulan
  4. Sterilkan media tumbuh dengan uap air panas, fumigan, atau direndam dengan pestisida
  5. Sterilkan pot dengan kloroks 10%
  6. Singkirkan tanaman yang terserang penyakit
  7. Lakukan pencegahan penyakit dengan penyemprotan fungisida dan bakterisida
  8. Lakukan pencegahan hama( serangga, kutu, tungau dan semut) dengan penyemprotan hama  
  9. 
BAB  4
AGAR BUNGA BERTAHAN LAMA
                Pada umumnya, rontoknya bunga dapat disebabkan oleh faktor berikut:
1. Faktor Alamiah
Gugurnya bunga tidak perlu dipermasalahkan bila terjadi karena faktor alamiah.
Artinya, telah tiba saatnya gugur karena telah lama mekar.
2. Faktor Genetik
Cepat atau lamanya bunga layu dan rontok juga dipengaruhi oleh faktor genetik ( turunan )
3. Faktor Iklim
Pengaruh iklim juga dapat mempercepat gugurnya bunga anggrek
  1. HUJAN
  2. SUHU
  3. ANGIN
Kelemahan:
-          Ada beberapa gambar yang tidak berwarna
-          Terdapat banyak kata-kata/istilah yang tidak dimengerti untuk pemula ( kloroks dll )
Kelebihan:
-          Buku dilengkapi penjelasan-penjelasan dengan disertai gambar
-          Cara mengulas kata sudah bisa dimengerti
-          Bahasa yang digunakan komunikatif
KESIMPULAN:
                Anggrek, salah satu jenis tanaman hias, cukup banyak penggemarnya, baik dari kalangan hobies maupun pengusaha. Bentuk dan warna bunga yang berneka ragam membuat banyak orang meliriknya. Tak heran kalau bunga anggrek pun dijadikan bunga potong, tanaman potong, maupun elemen taman. Oleh karenanya, tanpa bunga praktis tanaman anggrek menjadi tidak menarik. Menghadirkan bunga bahkan membut tanaman rajin berbunga tidaklah sulit. Selain lingkungan harus sesuai, pemupukan pun menjadi faktor penting dalam pemacu pembungaan.

0 komentar:

Posting Komentar